Kembali ke masa Depan exhibition



KEMBALI KE MASA DEPAN
20 September  - 04 Oktober 2014

Oleh 
Riset Indie &  Rifandy Priatna

Pembukaan

20 September 2014
16:00 - 21:00 WIB
Roemah Seni Sarasvati 
Jl. Sudirman No. 137
Bandung
  
Seniman
Ahmet Harahap | Aliansyah | Ario Anindito | Elsa Paramita
Gian | Harry A MAwardi | Heri Mulyana | Jimmy Limantara | Juniar Vdaya | Karin Josephine
M Ferdy Pratama  | Mardiyyan Nur Zaenudin | Muchlis Fachri | Mufti Priyanka | Muhammad Sabil H
Panca DZ | Petrianika N Rumeksa | Prabu Perdana | Puji Lestari Ciptaningrum |  Puput Sri Rezeki
Rezza Rainaldy | Riandy Karuniawan | Rizky Zakaria | Rukmunal Hakim
Stereoflow | Wanara Studio | Wulang Sunu 
Kurasi Oleh
Anto Arief | Rifandy Priatna

Musik Masa Depan Oleh 
Them On Yet  |  OPIK KOBRA

Tepat pada bulan September tahun 2013 yang lalu Riset Indie mengadakan gelaran Angkot Day sebagai bentuk aktivitas positif dalam rangka mencari solusi untuk mengurai kemacetan di kota Bandung. Mereka melihat bahwa Angkot masih memiliki potensi untuk menjadi pilihan transportasi publik yang baik, nyaman dan memenuhi kebutuhan transportasi warga kota Bandung. Angkot Day diselenggarakan untuk mencari jalan tengah dalam mendata dan menelusuri kemungkinan akan kebutuhan penumpang, supir, pemerintah dan pemilik angkot dengan cara menggratiskan ongkos perjalanan trayek angkutan kota jurusan terminal Kebon Kelapa - Dago selama satu hari penuh. Setiap penumpang diberikan kuesioner untuk diisi begitu pun dengan para supir dan pemilik angkot tersebut. Hasilnya adalah beragam data dan harapan akan masa depan angkot menjadi lebih baik. 
Satu tahun berlalu, kini Riset Indie mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan dan memamerkan Angkot Day pada gelaran Dutch Design Week 2014 di Eindhoven, Belanda. Pada kesempatan tersebut pameran Kembali ke Masa Depan ditujukan sebagai sebuah pemaparan riset dan data dari kondisi masyarakat kota Bandung  dan kota besar lainnya yang memiliki angkot sebagai sarana transportasi umum dalam menanggapi persoalan angkot di masa kini dengan balutan bahasa rupa dan estetik yang berasal dari pengalaman personal dari setiap warga  yang berpartisipasi. Menampilkan karya serta pengalaman dalam menggunakan angkot dari 27 seniman yang berasal dari kota Bandung, Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Semarang dan Denpasar pameran ini diharapkan mampu menjadi sarana refleksi bagi setiap warga kota untuk mampu berbuat lebih bagi kebaikan kota dimana ia berada.

 

No comments:

Post a Comment